Wednesday, February 19, 2014

Suka duka bersama thunder 125 tahun 2005

 

Cerita tentang si Thundie…

Si thundie saya beli sekitar akhir tahun 2009. Artinya, sebelum saya beli dia udah dipelihara sama tuan pertamanya sekitar 4 tahun. Saya ingat momen pertama melihat si thundie. Saat itu, saya ditemani wahyu, berniat mencari motor bekas untuk mempermudah saya ke kantor dan kampus. Saat itu, dan terbukti hingga saat ini, pilihan paling realistis untuk memiliki motor tanpa harus menggangu pengeluaran rutin kuliah adalah dengan membeli motor bekas. Saat itu saya hanya ingin membeli motor bebek yang harganya 4 jutaan, saya pun hampir deal dengan penjualnya, sebelum akhirnya tidak sengaja melihat sebuah motor besar, berwarna merah yang berada dalam ruang tamu sang makelar. Akhirnya saya jatuh hati dengan si thundie. Jadilah dia kutebus dengan harga 7 juta pas.

clip_image002

Kalau mau tahu kejadian pas gw ketemu sama si thundie ini , ingat saja adengan pas si Sam Witcwiky (cmiiw) ketemu sama si bumblebee pas dia nyari mobil bekas di film Transformer, itu persis sama. Bedanya gw dapet motor, dia dapat mobil, gw merah dia kuning. Dan gw juga masih berharap bahwa thundie gw setelah diledekin sama pacar bakal ngambek dan merubah dirinya jadi Ducati. Amieeeen…

Sekarang sudah hampir 3,5 tahun dia menemaniku. Selama itu thundie ikut bersamaku berpindah kontrakan hingga 6 kali, berpindah kerja 3 kali, menanjak ke puncak, weekend ke bandung, bertahun baru di curug ciherang, dan bisa dibilang dia adalah sosok yang paling sering bersamaku sejak akhir 2009, tak terhitung jumlah kilometer yang telah kami lalui (karena sampai sekarang indikator kilometernya rusak,-p).

Dia telah menemaniku berkutat di Cikarang (kontrakan-Jababeka-Serang-kampus PU-danone), telah kupaksa berjalan jauh 5 hari seminggu ketika berkerja di Smart (Marunda-Cikarang-Bekasi), dan sekarang (Bekasi-Cibitung-Cikarang).

Jadi ini dia masalah yang kuhadapi selama 3.5 tahun bersama thundie di usianya yang sekarang hampir 8 tahun ini.

1. Masalah pertama yang kutemukan adalah ketika distarter dia bisa nyala, tapi ketika di gas dikiit dia mati (kata orang sini ngempos, cmiiw). Kalau kata orang mekanik suzukinya, itu karena jarum skep nya udah baret. Jadi nggak mulus naik turunnya, solusinya kata dia, ganti karbunya pake punya RX King. Hhhaaa aneh aja bengkel resmi suzuki suruh pake punya King. Solusi jangka pendek, kalo masalahnya datang, tinggal jalanin thundie sambil chuknya di tarik, sambil di gas tinggi, trus kembalikan chuknya ke posisi normal.

Tapi masalah ini akhirnya selesai dan tidak datang lagi setelah saya ganti tempat servis ke bengkel pinggir jalan dekat komplek. Jadi tergantung montir yang menangani kayaknya. Alhamdulillah sampe sekarang pindah-pindah bengkel lagi gak pernah kambuh penyakit ini.

2. Aki soak. Hmm,, ini masalah standar ya. Tiap motor pasti mengalami lah ya. Tapi saya salut sama aki thundie, saya pertama ganti aki dia itu tahun 2011, you see. Aki bawaanya bertahan dari 2005 sampai 2011. Tapi memang sebelumnya sudah sempat di strum ulang sakitar 2 kali sampai akhirnya kata tukang aki sudah tidak bisa diisi ulang, harus ganti.

Yang bikin duka adalah masalah ini sebenarnya, tau sendiri si thundie yang satu ini gak ada starter kakinya. Jadinya kalau aki tekor nggak bisa starter tangan, harus dimasukin ke gigi 2 atau 3, tarik kopling, dorong sampai kencang, lepas koping dan.,.. brmmmm atau cara lain standar tengah, masukin gigi 2 atau 3, putar ban belakang sekuat tenaga, dan,,, brmmmm (kalau beruntung –P)

3. Spul pengisian gosong. Ini menarik, gejalanya adalah, aki baru dipasang, gak sampai seminggu sudah tekor, diisi dan distrum ulang tetap sama, tekor juga besoknya. Ternyata penyebabnya adalah spul pengisiannya gosong, jadi tidak ada supply arus yang mengisi ulang aki. Solusinya ganti spul sekitar 230 ribuan. Masalah selesai. Dan lihat lagi spul itu baru diganti yahun 2013 ini, diusia yang ke 7 tahun thundie. Wajarkan?

4. Karet (itu bahannya karet bukan?) vakum bocor (ini juga tahun 2013 kejadiannya), kalau ini gejalanya nggak bisa jalan bener, tarik gas dikit mati. Solusinya, ganti. Kalau ori 80 ribuan kayaknya. Tapi berhubung itu hari saya service di bengkel TVS jadi sama montirnya dikasih bekasan punya TVS Cuma ngasih ke montirnya 35rb.

5. Lampu depan mati. Ini juga semua motor sama…. Tinggal ganti ini…

6. Gak ada angin gak ada petir, bensin full aki bagus, langsung mati di tengah jalan. Suaranya kayak ga ada bensin yang masuk. Pas di cek selang bensinnya, gak ada yang keluar dari kran, ;padahal posisi keran on. Penyebabnya ternyata tangki dalam keadaan vakum, karena aliran udara di tutup bensin tersumbat. Bayangin, kalo mau tuang susu kental manis dari kalengnya tapi lubangnya Cuma 1. Susah kan? Seperti itulah keadaanya. Solusi : Bersihkan tutup tangki!

7. Diceeingin / diledekin Ari sama Pudin. Hhhe bodo ah, motor gue ini.. –p.

8. Tachimeter gak jalan, ini gara-gara sok tau jalan. Baru lewat jalan Setu, posisi kencang, trus bruk, ptek, masuk lubang, ga jatuh emang, Cuma abis itu tachimeter gak jalan. Ga butuh amat ini, amat juga ga butuh ini.

9. Sukanya adalah saya ga pusing mikirin cicilan bulanan yang harus dibayar berbarengan dengan uang kuliah gw yang 1 juta lebih sebulan…. Syukur-syukur…….

Wednesday, January 15, 2014

Sains dan Agama

Geli… itulah yang saya rasakan ketika melihat tayangan yang tiba-tiba mengklaim penemuan ilmiah saat ini ternyata telah dijelaskan dalam Islam berabad lampau. Oke bagi saya jika mengatakan “telah dijelaskan dalam Islam” atau “sesuai dengan petunjuk dalam Islam” maka islam yang dimaksud adalah Kitab Al-Qur’an dan Hadist Rosulullah. Hmmm… Ya, kenapa ya muslim sekarang sukaaa sekali mencocok-cocokkan penemuan saat ini dengan Islam, bahkan terkesan sangat dipaksakan.

Bagi saya sains ya sains, agama ya agama. Ya, Islam mengajarkan dan mendorong manusia untuk meneliti dan terus belajar. Tapi apakah ketika banyak penemuan dan teori saat ini akan selalu diklaim telah dijelaskan berabad-abad yang lampau dalam Islam. Nah gini, yang namanya penemuan, publikasi ilmiah, teori yang ada saat ini kan diperoleh melalui pendekatan ilmiah dan cara yang ilmiah pula, yang bisa jadi akan terbantahkan dengan teori, penemuan, publikasi lain yang juga diperoleh melalui jalan yang sama.

Ketika muslim berkata bahwa teori bigbang telah dijelaskan dan sesuai dengan Islam, kemudian ternyata dikemudian hari teori ini terbantahkan, mau bilang apa?

Ya udah lah. Romantisme masa lalu dengan mengatakan bahwa Islam lah yang mencerahkan Eropa saat eropa memasuki masa kegelapan, memang benar. Tapi, peran muslim saat itu adalah dengan mentransfer pengetahuan yang hilang dari peradaban Yunani dan Romawi kan? (CMIIW).

Janganlah juga ada lagi gambar-gambar buah yang ketika dibelah menunjukkan kemiripan dengan lafadz Alloh atau ketika ada deretan pohon yang jika dari salah satu angle terlihat seperti bertuliskan kalimat tauhid, kemudian di gembar-gemborkan sebagai bukti kebenaran Islam. Haaa….. Itu membuat saya geli. Kebenaran akan tetap kebenaran, seperi mutiara yang akan tetap menjadi mutiara walau berada dalam lumpur. Tidak perlu memaksakan dengan gambar buah-buahan, pohon-pohonan, motif sisik ikan yang direka-reka hingga mirip tulisan arab.

Wednesday, January 1, 2014

Backpacker Singapore Malaysia budget 2 juta (part 3)

Day 2. Minggu 24 November 2013.
Setelah beristirahat semalam, pas malamnya beli paket wifi 2 jam seharga 5 SGD, lumayan buat bikin timeline di facebook. Dan satu lagi, sebenarnya HP gak gue matiin, tetap dinyalalin, jadinya roaming, dari Tsel ke Singtel, dan Pulsa gue yang Rp 25.000 langsung abis karena ada sms masuk dari Wendry dan ada yang telpon masuk … hhhaaa gue yakin pulsa mereka berdua langsung abis… hhheee
jam 09.00 gue ma tyo dah siap-siap packing, sekalian buat check out. Rencananya kita gak balik lagi ke hotel, puasin jalan di Spore trus malamnya langsung menuju Johor Baru. Hari ini rencannya kita jalan ke Bugis buat beli oleh-oleh (tyo doang, gue udah gak tertarik beli oleh-oleh di Spore), sekalian nukar duit lagi di money changernya. Kami tiba di bugis Street pukul 09.30, dan ternyata jam segitu pedagang belum pada buka. Ya udah sambil nunggu pedagang sama money changernya buka, kita berdua jalan di sekitaran bugis, ketemulah semacam chinatown gitu, dari penjual herbal, tukang ramal, sampe yang pada mau ibadah di klenteng, wuihhh aroma dupanya itu,.. asyekkk… Sebenarnya udah mau sarapan di foodcourt situ, tapi berhubung yang jualan semuanya menu-menu pork, ya hilanglah lapar gue.
IMG_2371 IMG_2373    
Menunggu, sambil menikmati suasana sekitaran bugis street sampe jam 11 (sebenarnya mau ke kampung arab buat sarapan, cuma gak tau arahnya). Setelah lapak-lapak buka, mulailah tyo berbelanja ria, gue cukup minum jus aja buat ngilangin haus. O iya, kan sebelum pada buka tuh lapak, gue ma tyo nyari-nyari money changer lain yang kali buka, nah, di tengah lorong lapak yang masih tutup kita papasan sama dua cewek, sebelum papasan gue denger bahasa mereka kayak bahasa thailand, pas papasan ehh… ternyata ngomong jowo, .. langsung dah disamperin sama tyo nanyain money changer. Selama di bugis juga gue sering denger sahutan-sahutan “ e kadiye’… “ hha bener-bener serasa di tanah abang broo,,..

Tuesday, December 31, 2013

Backpacker Singapore Malaysia budget 2 juta (Part 2)

Akhirnya sampailah kami di Singapore, mendarat di salah satu bandara terbaik di dunia menjadi salah satu kesenangan tersendiri. Dan wow… neh bandara gak serasa bandara, lebih terasa seperti masuk mall, hhee. Di changi ini akhirnya ketemu sama yang namanya tempat ambil air minum gratisan, sebenarnya sudah pernah liat di Soetta, Cuma saja masih rada ragu kalo harus minum air langsung dari keran di Jakarta.
Satu lagi yang gue lihat adalah bahwa kebanyakan petugas security dan bahkan imigrasi di sini adalah keturunan India, dan yang mengejutkan adalah petugas kebersihannya kebanyakan opa dan oma chinesee. Orang tua disini benar-benar semangat kerjanya…. Sampe di imigrasi antre lagi dibelakang garis kuning, kirain mau ditanya macam-macam.. eh taunya Cuma liat muka doang, trus plok, distempel dah tu paspor.
Setelah berkeliling mengikuti tanda EXIT, dan tanda MRT Station (sampai disini bayanganku tentang MRT Station adalah seperti Stasiun KRL Di Jabodetabek), kami bertemu lagi dengan satu rombongan yang saya ingat satu pesawat dengan kami dari jakarta. Kami pun beranikan bertanya “Mbak dari Indonesia ya?”. Dijawabnya “Iya”. Setelah itu kami pun bertanya dimana tempat membeli tiket MRT, dan kami ditunjukkan ticketing officenya. Gue and Tyo memutuskan membeli yang namanya Singapore Tourist Pass (STP) seharga S$26/kartu yang berlaku selama 2 hari.
STP
Jadi STP itu ditujukan untuk tourist yang berkunjung ke singapore. Dengan kartu ini kita sudah bebas / unlimited naik sistem transportasi publik di singapore seperti MRT (kereta) dan LRT (Bus). Bentuk STP ini seperti tiket elektronik Commuter Line sekarang, tinggal di Tap di pintu masuk dan pintu keluar di Stasiun MRT dan di Bus. Harga STP ini bervariasi tergantung durasi penggunaannya. Karena kami akan berada di Singapore dari sabtu siang sampai Minggu malam, kami membeli yang untuk 2 hari. 2 hari ini berarti kartu ini valid digunakan dari hari sabtu jam 00.00 sampai minggu jam 11.59. Harga S$26 sangat mahal ya, tapi sebenarnya itu sudah termasuk deposit S$10 per kartu, deposit ini bisa diambil kembali setelah kita mengembalikan kartu ini di ticketing office tertentu. Ya semacam deposit Rp 5.000, kayak kalo kita naik commuter line.
Urusan transportasi di singapore selesai sudah, tinggal masalah komunikasi. Sebenarnya ada yang jual SIM Card Singapore full service di Changi, Cuma harganya itu,… S$15. Tau sendiri modal gue sama tyo Cuma S$40 seorang. Urusan komunikasi ini penting dong, apalagi kalo bukan buat pamer2 status di facebook.. wuakakakakkak… mana di hotel ga dapat wifi gratis lagi… hhee. Ini alamat selama di Singapore HP gue gak berguna. Balik lagi, setelah STP udah ditangan, gue ma tyo kembali ngobrol dan mengekor sama rombongan dari Bogor ini. Salut, ternyata mereka kakak beradik semua… Kompak banget… Dan untuk menjawab rasa penasaran kami, Si Tyo iseng bertanya harga tiket mereka. Kata Mbaknya tiketnya 700 ribuan per orang, dan hhheee tanpa rasa bersalah kami bilang harga tiket kami Cuma 85 rebuuu. Tuh Mbaknya kaget, dan hhe gue yakin seyakin-yakinnya kalo mereka sakit hati banget pas tau kami yang satu pesawat dengan mereka tiketnya Cuma 85 rebu.. Maafkan kejujuran kami Mbak…. Hheeee.

Tuesday, December 10, 2013

Backpacker Singapore Malaysia budget 2 juta (part 1)

Niat nyalain laptop buat beresin skripsi,, eh,,, kemasukan setan malas.. hhe
Jadinya buat review backpackeran spore malay kemaren ah..
So, dengan modal nekat saya dan tyo melenggang jauuh ke Singapura dan Malaysia selama 4d 3n, 23-26 November kemarin. Total duit keluar termasuk tiket, penginapan, tax, sama makan habis 2 juta. Yuhuuuu. 
Awalnya tanggal 13 Nov Tyo sms, katanya ada promo tiket JKT-Spore 99rb naik Tiger Airways dari www.tiket.com. Langsung dengan semangat 45 gue sambut (teringat salah satu target 2013 ini yang belum tercapai) :-p. Dan Rupanya Tyo juga semangatnya membara, malamnya setelah pesan tiket JKT_Spore itu, dia langsung maen ke kosan gue yang di Bekasi, dia dari Cikarang, hhee. Setelah di cek harga tiket balik ke JKt dari Spore Muahaal, sekitar 750 ribu seorang, akhirnya diputusin buat lanjut jalan ke Kuala Lumpur dan balik dari sana, konsekuensinya ya harus nambah Cuti 2 hari.
Dengan tekad bulat, semua rencana perjalanan diatur dari sini. Mulai dari tiket pesawat JKT-Spore, Tiket Kereta Johor Baru-Kuala Lumpur, Booking Hotel di Singapura dan Kuala Lumpur, dan Tiket KL-JKT semuanya dibook dari sini. Maka kembali gw rasakan gunanya punya kartu kredit., heee.
Berikut catatan Perjalanan gue dan Tyo.
22 nov 2013
H-1. Malamnya gue ga nyenyak tidur..Lebay?? Ya!, bodo amat!!! Malamnya gue cek satu per satu bekal backpacker perdana gue .
1. Paspor
2. KTP, Kartu kredit, Kartu ATM (yang sisa saldonya Rp 8.000,-),
3. Semua Tiket pesawat, kereta, voucher hotel,
4. Buku sakti gue “Panduan jalan hemat ke Singapura”
5. Handphone (yang ga bisa berbuat banyak di Singapore gara-gara roaming) + Charger
6. Celana Jeans panjang 2.
7. Baju Oblong 3pcs
8. Sandal
9. Jaket 2pcs
10. Topi
11. Obat Maag, Obat Sakit Kepala, Obat Mencret
12. Kamera + Charger + Tripod Mini
13. Pulpen
14. Buku Catatan
15. Kaos Kaki Cadangan
16. Handuk Kecil
17.
23 Nov 2013.
Hari H keberangkatan.
Sampe hari H keberangkatan, sebenarnya gue masih rada takut. Bener gak sih ini? Jangan-jangan ini tiket gak bisa dipake lagi? Jangan-jangan ada biaya tambahan ntar? Ya maklumla gue masih rada sangsi, ini tiket pesawat berdua ke singapore totalnya 200ribu, tapi karena bayarnya pake cc Bank Meg* nya Tyo, dapat diskon 30 rb. Total bayar 170rb. Jadi seorang 85 ribu.. Come On, seumur-umur gw bolak-balik naik pesawat di Indo gak pernah tuh dapat tiket pesawat semurah ini, rute internasional pula.. 85 ribu itu ongkos Cuma cukup buat gue dulu naik bus dari Bekasi ke Jogja akhir 2012…. Haaaaa
06.30. Naik Bus Damri Bandara dari terminal Kayuringin. Pagi amat ya, padahal check in buka jam 10.25. Maklum, baru pengalaman pertama keberangkatan internasional gitu loo.. wkwkwk
08.00. Sampe Terminal 3 Bandara, dan salah! Lagian sudah tau di tiket tertulis berangkat dari terminal 2, masih turun di terminal 3!! Langsung naik shuttle bus gratis ke Terminal 2. Ketemu sama Tyo yang bawaannya segede gaban… hhhaaaa.
09.25. Check In. Bayar Pajak Bandara 150.000 seorang (hampir 2 kali lipat harga tiket)
Cek Imigrasi, Nah disini Cuma diperiksa paspornya doang, ga ada form yang harus diisi untuk WNI, pertanyaan juga ga ada tuh. Plok, Passpor distempel. Setelah itu ngacir ke ruang Tunggu, Sebelum masuk ruang tunggu, semua minuman Tyo diambilin, sama vaselin yang bru dia beli juga.. hhhee Kasian.
Jadi, untuk penerbangan internasional ada aturan kalau penumpang tidak boleh membawa benda cair dan aerosol ke dalam kabin pesawat lebih dari 1 Liter kalo gak salah. Kalau bawa pun, itu kemasannya harus max 100 mL per item dan dimasukkan ke dalam plastik transparan yang bisa di seal ulang (penutupnya pake zip kayak kalo kita beli obat di apotek itu).

Monday, July 29, 2013

Mudahnya Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Bekasi

Yuhhuuuuu....

Hari ini akhirnya niat membuat paspor terlaksana juga. Ternyata membuat paspor baru tidak serumit yang saya bayangkan sebelumnya, semua karena adanya sistem permohonan paspor secara online yang sudah  diberlakukan. Bedanya apa dengan pembuatan paspor non-online alias offline? 
Yang saya perhatikan tadi di Kanim Bekasi, yang membuat paspor secara manual pada hari pertama hanya datang utnuk menyerahkan berkas saja, sedangkan yang memakai sistem online bisa langsung wawancara dan foto, sangat menghemat waktu. Intinya jika memakai sistem online kita hanya perlu datang 2 kali, pertama untuk pemeriksaan berkas, foto, dan wawancara, kemudian datang lagi setelah 4 hari kerja untuk pengambilan paspor (bisa diwakili dengan surat kuasa). Tapi jika memakai sistem manual, harus 3 kali datang, pertama untuk penyerahan berkas, kedua untuk foto dan wawancara, terakhir untuk pengambilan paspor.
Jadi bagaimana step by step saya membuat paspor ini, berikut penjelasannya :

Saturday, July 27, 2013

human... WOMAN TRAFFICKING

Perdagangan Wanita..


Mungkin terdengar seram kedua kata di atas,
Tapi bisa jadi kita berada sangat dekat denagn kenyataan ini, atau bahkan secara tidak sadar kita ikut terlibat dalam perdaganagn wanita ini..

Oke cool down,...
Ada dua hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tentang hal ini.
Pertama, saya tercengang setelah membaca buku digital, yang awalnya saya kira adalah novel, berjudul Natasha. Buku ini menceritakan membeberkan fakta, sebuah kisah nyata yang dialami banyak wanita khususnya di eropa timur, kenyataan buruk yang saat ini dikenal dengan nama perdagangan manusia, bahasa kerennya human trafficking, dan khusus jika yang menjadi korbannya adalah wanita, maka jadilah woman trafficking..

Kedua, adalah bahwa saya  sempat tergoda untuk mencicipi  kehidupan malam "wisata seks", penyaluran hasrat birahi,  yang dapat dengan mudah saya akses  di daerah bekasi dan jakarta. Di tempat-tempat tersebut banayk wanita yang berprofesi kita biasa sebut sebagai psk, lonte, pecun, jablay, atau apapun sebutannya yang wajahnya aduhai dan masih muda yang bersedia melayani kebutuhan saya. 

Friday, July 26, 2013

Jaman SMP

Terinspirasi dari tulisan-tulisannya si jum, hhhe..

Ok dalam post kali ini saya mencoba mengingat kembali masa SMP itu. Masa 3 tahun itu saya hbiskan di SMPN 9 Kendari. Sebuah SMP negeri yang hanya dibatasi pagar dengan SD tempatku belajar  selama 3 tahun. Banyak cerita sebenarnya, namun hanya sedikit yang bisa kuingat karena faktor usia mungkin, heeeee...
Awalnya saya sungguh aneh melihat banyaknya ruang kelas di SMP ini, kelas satu kalau tidak salah ada 13 kelas, demikian juga kelas dua dan tiganya. Yang lebih aneh lagi adalah seragamnya, di lengan kiri kanannya buanyak sekali atribut yang harus dijahit, inilah yang membuat saya memilih tidak mengenakannya saat masa orientasi SMAK dan akhirnya satu pukulan dari senior kelas 4 mendarat di wajahku PLAK....  hheee
Saya berturut-turut terdaftar sebagai siswa kelas 1_4, 2_7, dan terakhir 3_1.

Kelas 1_4 :

  • Faktanya siswa kelas satu belajar dari siang hingga sore hari. Oke no problemo lah, masalahku satu-satunya saat itu adalah dengan apel siang. Siang terik disuruh berbaris, huaaaaaaaaahhhh, belum lagi kalo ceramahnya panjang lebar... 
  • Saat itu saya adalah penguinjung setia perpustakaan, bacaaan saya waktu itu ya... trio detektifnya alfred H, Dibawah lindungan kabbahnya Hamka, ensiklopedi-ensiklopedi, dan lainnya..
  • Guru bahasa daerah Tolaki, bukannya mengajar bahasa daerah malah menakut-nakuti dan mengumbar ceramah agama mistis tidak jelas, imbasnya 6 tahun ku tinggal di Kendari, satu-satunya kalimat lengkapn yang bisa kubuat daam bahasa Tolaki adalah "Inaku laa mepokondau".. hheee so simple..


Kelas 2_7 :

  • Nyatanya inilah kelas dimana para murid-murid yang berada di top rank saat kelas satu di kumpulkan. katanya kelas unggulan, saya masuk disini mungkin karena berhasil mencetak hatrik 1st selama 3 cawu di kelas satu
  • Siswa laki-laki bisa dihitung dengan jari tangan.. let me remember, Jumardin, Muhammad Ichlas Waji, Gideon Saputra T, Made, Didi Saputra Ramang, Heru Sukarno, satu anak yang badannya besar itu, Hafidz (benarkah? atau dia masuk pas 3_1???), dan satu lagi siswa pindahan dari Makassar yang saya lupa namanya yang sayangnya terakhir kali saya bertemu dengannya adalah saat pengumuman kelulusan dimana dengan sedih dia tidak menemukan namanya di daftar siswa yang lulus... wait... saya baru ingat punya foto saat di 2_7, foto yang diambil dengan sedikit intimidasi dari sang ketua kelas yang ehemm hhhheee galak tak berujung...

 foto yang dipojok kanan bawah bukan ya.... hhe malas editnya..

Thursday, December 13, 2012

Kenapa Pindah Kerja?

Oke , ceritanya sekarang ane lagi semangat-semangatnya buat cari kerja lagi. Ane juga sudah jadi pengunjung tetap jobstreet, jobsdb, lionjobs, sampe situs loker untuk di timur tengah kayak gulftalent dan bayt.com. Kenapa ke timur tengah? Pertama karena kayaknya disana gajinya gede dan kerja disana sudah jadi mimpi ane dari SMP, dan kedua kali aja bisa jumatan tiap minggu di Makkah, umroh, ato naik haji sekalian, kan lumayan, kali nih otak bisa bener lagi,… (kenapa gak dibawa bengkel sepeda aja bro?)
Update : tapi akhirnya ragu setelah membaca tulisan-tulisan yang mengatakan kalo kerja bareng orang arab itu ga enak..
Pertanyaannya adalah, kenape ente mau pindah kerja lagi? Nyari apa sebenarnya?
Gini, pertama adalah ane selalu bersyukur udah dikasih kerja di Sanova, dan di smart, dan di danone. Dulu waktu masih di smart dan waktu itu pengen banget keluar, ane berdoa biar dikasih tempat kerja baru yang lokasinya di daerah cikarang-cibitung, lebih fleksibel kayak waktu masih di danone, dan kalo bisa gajinya lebih gede… hheeee. Dan akhirnya Alloh memang mangabulkannya. Semua doa itu diperkenankan, di Sanova ane gak perlu lagi jauh-jauh naik motor dari Marunda ke Cikarang, suasana kerjanya pun lebih fleksibel, dan gaji yang ane minta langsung dipenuhi tanpa tawar-menawar, anak-anaknya juga asyik, Alhamdulillah ya, Sesuatu banget…hhheee..

RASISME di sekitar kita


Istilah rasisme mungkin hanya dianggap sebagai pembedaan antar ras kulit putih dan kulit berwarna sebagaimana yang saat ini masih menjadi isu hangat di AS maupun di Eropa. Namun menurut ane, tanpa banyak yang sadar hal itu juga terjadi di Indonesia, bukan antar kulit berwarna coklat dan kuning, melainkan antar suku.
Rasisme dalam skala ini berarti menganggap sukunya sendiri sebagai superior dan suku lain berada di bawah dan tidak setara dengannya, sehingga tidak layak diangkat sebagai pemimpin, minimal ketika menjadi pemimpin akan selalu dianggap tidak layak dan jika melakukan kesalalahan akan dikaitkan dengan asal-usul sukunya. Hal ini sebenarnya sama persis dengan pemahaman NAZI pimpinan hitler di Jerman yang menjadi penyebab terjadinya perang dunia ke II di wilayah Eropa, kala itu NAZI juga menyuarakan keunggulan bangsa arya atas bangsa lain di seluruh dunia. Got the point?
Pernyataan – pernyataan di bawah ini merupakan contoh pernyataan rasis ala Indonesia :

Saturday, December 8, 2012

Hukum Memperbesar Alat Vital

Berikut sebuah tanya-jawab yang saya copy dari eramuslim.com, mengenai hukum memperbesar alat vital, suatu hal yang harus diakui banyak kaum pria ingin lakukan. Lihat saja maraknya iklan jasa memperbesar alat vital di jalanan, di surat kabar, dan lainnya, gini logikanya, orang berani masang iklan pasti karena ada pasar nya kan. So, sebagai muslim sebelum berbuat sesuatu harus tahu hukumnya kan, so this is an answer from the expert...
 
Pertanyaan:

assalamuailaikum wr.wb|

af1 sbelumnya ustad,, mungkin pertanyaannya kurang sopan tapi dari pada saya harus bingung,,makanya saya beranikan untuk bertanya,,|| apakah diperbolehkan dalam islam memperbesar alat vital pria|

tks,, waalaikumsalam wr.wb

Jawaban:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudara penanya yang ‘berani’, anda harus mengetahui bahwa Allah SWT tidak malu untuk mengatakan yang benar, karenanya dalam agama kalau memang mengganjal fikiran anda dan membuat anda bingung, dengan tujuan untuk menuntut ilmu, maka silahkan anda bertanya dantidak perlu malu.

Ada beberapa hal yang dapat mengurangi nikmatnya saat berhubungan badan (berjima’) antara suami isteri, baik di pihak suami atau pun pihak isteri, diantaranya adalah kecilnya dzakar atau alat vital suami. Baik karena ada suatu penyakin turunan atau atau mungkin juga karena suami inpotensi dan sejenisnya.

Tujuan pernikahan

Yang perlu kita ketahui di sini adalah bahwa diantara tujuan pernikahan adalah pasangan suami isteri dapat saling memberikan kepuasan dan kenikmatan saat berjima’. Laki-laki dan wanita yang sudah sah menurut syariah Islam menjadi pasangan resmi suami isteri, halal bagi keduanya untuk saling memberikan kenikmatan seksual, bahkan ini akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Selanjutnya yang juga perlu diingat, berhubungan badan ini hanya diperbolehkan bagi pasangan suami isteri yang sah dan itu dilakukan pada tempat yang sudah ditentukan oleh syariah, yaitu melalui qubul (vagina) bukan dubur (anus)

Allah SWT berfirman:

“نسآؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم “.

“Isteri-isteri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah mereka bagaimana kamu kehendaki”. (Al-Baqarah: 223)

Maksudnya adalah gaulilah isterimu dengan cara yang kamu kehendaki asal melalui tempatnya, yaitu qubul atau vagina isterimu.

Konsultasi dokter

Agar tidak merugikan diri anda secara medis, sebaiknya anda berkonsultasi dengan seorang dokter Muslim yang dapat dipercaya akan amannya obat dan alat tersebut, sehingga benar-benar aman dan tidak mengganggu kesehatan anda dan isteri anda.

Kesimpulan

Kesimpulannya, tidak ada larangan bila hal ini akan dapat membuat isterinya puas dan menikmati hubungan badan suami isteri, sejauh tidak menimbulkan mudharat (bahaya) baik bagi anda atau isteri anda, karena asal segala sesuatu adalah boleh kecuali kalau ada dalil syar’I yang melarangnya. Seorang suami dituntut untuk dapat berlaku baik dalam menggauli isterinya hingga isterinya merasa sangat puas dari hubungan badan tersebut, demikian pula sebaiknya. Karena Islam mengajarkan adanya ‘mukaddimah’ sebelum berjima’, sehingga akan melahirkan rangsangan yang memuncak antara suami isteri.

Ini yang bisa kami sampai, semoga hubungan anda dan isteri anda selalu harmonis dan bisa saling memuaskan serta selalu bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Wallahu a’lam bishshawab wa huwa yahdissabil.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Wednesday, November 7, 2012

Kerja di laboratorium?

Tidak banyak orang yang mengetahui seluk beluk pekerjaan di laboratorium. Orang yang bekerja di laboratorium biasa disebut teknisi laboratorium, laboran, maupun analis laboratorium.
Laboratorium sendiri banyak macamnya, ada laboratorium kimia, klinis, fisika, biologi, maupun laboratorium komputer dan bahasa. Namun yang akan dibicarakan dalam tulisan ini adalah laboratorium kimia, fisika,dan biologi.
Bekerja di laboratorium menuntut pekerjanya berinteraksi langsung dengan alat dan bahan kimia/pereaksi maupun zat lain yang sifatnya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.
Alat juga dapat menjadi sumber bahaya, seperti penggunaan gas hidrogen dalam alat gas chromatgraphy , sinar uv pada alat HPLC atau pada biosafety cabinet di lab mikrobiology.
Demikian juga pereaksi yang digunakan di laboratorium, contohnya asam sulfat yang sangat korosif/merusak jaringan tubuh, pereaksi karl fischer yang dapat menyebabkan infertilitas/kemandulan, kultur mikroba yang dapat mengganggu kesehatan dan banyak lagi.

Monday, November 5, 2012

Kursus bahasa arab di Bekasi

Tekad sudah bulat untuk mulai belajar bahasa baru, Bahasa Arab. Akhirnya saya pun mencari informasi tempat untuk kursus yang berada di sekitar Kota Bekasi. Dari sekian banyak rekomendasi, saya memilih untuk mengunjungi easyarabic yang terletak di ruko niaga kalimas blok C. Selain lokasinya strategis, juga sepertinya lebih profesional. Ya saya murni ingin belajar bahasa arab, tanpa ada embel-embel ideologi, tanpa ada "keharusan untuk beraliran islam yang sama".
Hari sabtu sore saya pun beranjak ke alamat yang dimaksud, disana saya bertemu dengan resepsionis wanita yang berkerudung. Dia menerangkan bahwa ada untuk saya program yang cocok adalah general program. Program ini terdiri dari 4 level. Beginner, Intermediate 1, Intermediate 2, dan Advanced.

Sunday, September 30, 2012

Status Akreditasi Teknik Industri President University

Do you know what?

Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh ternyata Jurusan Industrial Engineering President University cuma dapat nilai C, ya benar C setelah dilakukan akreditasi.
Yup, .. mengecewakan yah...
Yeah, my lovely, international standard campus as claimed, hanya dapet C.

So, gue harus bilang wow gitu? maksudnya adalah, apa arti dan pengaruh nilai akreditasi ini?

Ada yang bilang katanya jadi tidak mudah untuk melanjutkan S2 di PTN, ada juga mengkhawatirkan pandangan dunia kerja terhadap lulusan, namun saya belum mencari tahu lebih lanjut mengenai hal ini.

Saya sebagai mahasiswa biasa tidak tahu apa yang menjadi kriteria penilaian assesor dan juga tidak bisa membandingkan sistem pendidikan yang dapat nilai C ini dengan sistem lain yang dijalankan di universitas yang mendapatkan nilai B atau C.

Bagi saya pribadi, selama penilaian ini tidak mempengaruhi masa depan (ciee.. prettt), kesempatan melanjutkan kuliah, kesempatan berkarir, yah gak masalah lah. Selama ini saya senang-senang saja dengan sistem perkuliahan di PU dan menikmati segala dinamikanya, saya juga telah merasakan kuliah di sebuah universitas yang menerima siswa dari negara lain, meskipun saya tidak sepenuhnya merasakannya karena saya kuliah di program ekstensi yang banyak sedikitnya pasti berbeda dengan perkuliahan regular.

Semoga Industrial Engineering PU terus berbenah dan mendapatkan penilaian yang lebih baik pada akreditasi selanjutnya.

Teringat perkataan seorang dosen yang jika ditranslate kurang lebih "bagaimana mungkin kita mengklaim diri sebagai world class university sedangkan di negara sendiri tidak diakui/diakreditasi"

dan juga penuturan dosen lainnya "nggak diakreditasi aja peminatnya sudah melimpah kayak gini..."

Update :
Berikut screenshoot dari BAN PT tertanggal 3 september 2014, dan yang mengesalkan adalah karena sekarang kan musimnya daftar CPNS, dan kebanyakan mensyaratkan minimal akreditasi B. Nah, yang jadi pertanyaan saya, Universitas lain saja bisa dapat B, kok President University hanya dapat C.. Aseeeeeeemmmmmmmmmmm





Saturday, September 29, 2012

Diplomasi ala Jusuf Kalla

Diplomasi Ala Bugis…

Sebelum saya menjabat sebagai WAPRES, karakter dan watak orang Bugis sangat jarang yang mengenalnya di belahan nusantara ini. Bahkan ada banyak pendapat yang keliru dan menyangka orang bugis adalah bangsa yang keras dan tidak pernah kenal kompromi. Ini jika melihat dari sejarah banyak yang menganggap bahwa orang bugis adalah bajak laut pada masa silam. Anggapan ini sungguh tidak berdasar dan keliru.

Orang bugis sebenarnya mempunyai ciri khas yang menarik. Dari sejarahnya kerajaan bugis didirikan bukan pada pusat-pusat ibu kota dan sangat jauh dari pengaruh India. Itulah sebabnya di Bugis tidak ada candi. Ini berbeda dengan kerajaan jawa yang mebangun pusat kerajaannya pada ibu kota dan bersifat konsentris.

Namun demikian, orang bugis sudah terkenal memiliki kebudayaan, mereka memiliki tradisi lisan maupun tulisan. Bahkan orang bugis memiliki salah satu epos terbesar di dunia yang lebih panjang daripada epos Mahabarata yakni cerita tentang lagaligo yang sampai saat ini sering dibaca dan disalin ulang dan menjadi budaya yang mengakar pada masyarakat bugis.

Bagi suku-suku lain, orang Bugis sering dianggap sebagai orang yang berkarakter keras dan sangat menjunjung tinggi kehormatan. Bila perlu demi kehormatan, orang bugis bersedia melakukan kekerasan. Namun dibalik sifat itu semua, sebenarnya orang bugis adalah orang yang sangat ramah, menghargai orang lain dan menjunjung tinggi kesetiakawanan, bahkan bersedia menjadi bumper demi kesetiakawanan. (itulah mungkin sebabnya mengapa Golkar pada masa pemerintahan SBY-JK sering menjadi Bumper karena ia dipimpin oleh seorang yang sangat berwatak bugis).

Meskipun sebagai bangsa perantau, orang bugis selalu membawa identitas bugisnya di mana mana. Beberapa orang-orang di singapura dan Malaysia meskipun sudah menjadi warga Negara sana, dan mereka sudah bergaya hidup modern tapi mereka selalu mengaku sebagai orang Bugis meskpiun sudah merupakan keturunan yang kesekian dan belum pernah menginjak tanah bugis.

Begitu juga dengan saya, selama terjun ke dunia politik saya tidak pernah melepas karakter bugis saya yang blak-blakan, dan sering dianggap kurang santun bagi mereka yang sangat menghargai etiket. Tapi itulah saya, saya sering mengatakan kepada teman-teman, jangan paksa saya jadi orang jawa. Menjadi orang bugis dan berkarakter keras kadang berguna juga. Waktu menyelesaikan kasus ambalat untuk pertama kalinya, saat itu saya menggunakan gaya diplomasi ala Bugis yang anda tidak dapatkan dalam literature strategi diplomasi. Waktu itu saya ke Malaysia bertemu dengan Perdana Menteri yaitu Najib. Saat itu ia ditemani oleh 5 Menteri dan saya juga ditemani oleh 5 Menteri plus Dubes kita. Saat pertemuan itu saya bilang ke Najib “Najib…Ambalat itu masalah sensitive, itu bisa membuat kita perang. Kalau kita perang, belum tentu siapa yang menang. Tapi satu hal yang mesti you ingat, di Malaysia ini ada 1 juta orang Indonesia, 1000 orang saja saya ajari Bom, dan mereka Bom ini gedung-gedung di Malaysia maka habislah kalian”

Saat itu pak Najib kaget, dia sadar sebagai sesama Bugis, ancaman saya bukan hanya gertakan belaka. Dia bilang ke saya “pak Jusuf, tidak bisa begitu”

Saya bilang ke dia “makanya mari kita berunding, terus terang saya kadang tidak suka sama you punya Negara, Buruh-buruh Ilegal dari Indonesia ditangkapi kayak binatang, sedangkan majikannya tidak ditangkap, padahal kalau ada buruh Ilegal maka tentu ada juga majikan illegal. Setiap ada Ilegal loging pasti orang Malaysia yang ambil, begitu ada kebakaran hutan mereka marah-marah, padahal hampir sepanjang tahun mereka menghirup udara segar yang dihasilkan oleh hutan-hutan di Indonesia, satu bulan saja ada kabut asap mereka marah marah. Dan juga setiap ada ledakan Bom di Indonesia selalu orang Malaysia dalangnya”

Waktu itu Pak Dubes langsung bisiki saya “Pak, Ini sepertinya sudah melewati batas diplomasi”

Saya langsung bilang ke dia “kau kan Dubes, yah sudah kau perbaikilah mana yang lewat”

Setelah itu, untuk menunjukkan ketidak sukaan saya kepada Malaysia saya menolak menginap di Kuala Lumpur, saya bilang saya mau menginap di kampong Bugis di Johor sana. Akhirnya pak Najib ikut juga saya ke sana. Di atas mobil, dalam perjalanan menuju Johor Pak Najib Bilang ke saya “ Kayaknya bapak terlalu keras tadi waktu berunding”

Saya cuma bilang ke dia “kamu kan juga orang Bugis, kenapa kau tidak keras juga tadi?” mendengar itu dia cuman ketawa saja.

Malamnya di Johor, kita makan malam dan nyanyi-nyanyi, mengundang Siti Nurhaliza, sampai jam 1 malam dan kita ngantuk. Keesokan paginya kita main golf, dan saat itu juga masalah Ambalat selesai. Dengan gaya Diplomasi ala Bugis, saya tidak perlu memakai bahan yang sudah disiapkan oleh DEPLU semua spontanitas saja. Dan sampai sekarang kalau ada tentara Malaysia datang lagi di Ambalat, saya tinggal telpon Najib “Hey Najib, jangan lagi kau kirim, you punya tentara ke Ambalat, kita bisa perang nanti”

Demikan juga waktu saya menyuruh EXXON supaya angkat kaki dari Blok Natuna. Waktu itu saya dikejar oleh orang-orang EXXON mereka mau melobi. Tapi saya selalu menolak ketemu dan menghindar. Saya ke Riyadh, mereka mau nyusul ke sana, saya ke Jedah mereka mau datang, tapi saya tolak karena saya mau ibadah dan sampai di belahan bumi manapun mereka kejar saya. Akhirnya waktu itu Di Makassar karena melihat kegigihan mereka, saya suruh mereka datang. Dan datanglah itu Chairman Exxon mereka 4 orang dan saya hanya ditemani oleh Sekretaris saya.

Saat pertemuan di Hotel Sahid Makassar, orang Exxon bilang ke saya, “Mr.Vice President, anda kalau membatalkan kontrak dengan EXXON, maka besok akan saya SU”

Saya langsung pukul meja saya dan bilang ke dia “kalau kau berani SU, maka saya akan SU kau 10 kali, Its my country, not your country, jangan kau datang ke sini mau ancam-ancam saya”.

Saat itu dia langsung minta maaf. Dan saat itu Blok Natuna kembali ke tangan kita pengelolaannya, meskipun pada akhirnya lepas lagi ke EXXON karena wewenang saya dicabut dan control tidak lagi berada di tangan saya. Apa pun itu, untuk kehormatan bangsa, kita jangan mau didikte oleh bangsa lain, kalau mereka keras, maka kita balas lebih keras lagi. Jangan pernah takut kita akan dibuat susah dan macam-macam. Selama kita yakin Tuhan selalu bersama kita, maka bangsa lain tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap kita.

Kredit kepada: http://umum.kompasiana.com

Bahaya sabun yuang mengandung Triclosan / Irgasan

Bahaya Sabun yang mengandung Triclosan
Berikut kutipan press release dari FDA (Federal Drug Administration), lembaga pengawasan obat dan makanan di Amerika Serikat, yang sering menjadi rujukan international termasuk di Indonesia sebagai standard keamanan obat-obatan dan pangan.

“At this time, FDA does not have evi­dence that triclosan added to anti­bacterial soaps and body washes provides extra health benefits over soap and water.” www.fda.gov
Dalam pernyataan ini FDA menyatakan saat ini mereka belum menemukan bukti bahwa penambahan Triclosan dalam sabun mandi memberikan manfaat. 

Berbahayakah Triclosan ?
Masih dari FDA,
“Triclosan is not currently known to be hazardous to humans. But several scientific studies have come out since the last time FDA reviewed this ingre­dient that merit further review.
Animal studies have shown that triclosan alters hormone regulation. However, data showing effects in animals don’t always predict effects in humans. Other studies in bacteria have raised the possibility that triclo­san contributes to making bacteria resistant to antibiotics.”
FDA mengatakan bahwa saat ini Triclosan tidak dimasukkan ke dalam bahan yang berbahaya untuk manusia, namun telah ada kajian ilmiah yang menunjukkan bahwa bahan ini dmempengaruhi fungsi hormone ketika diujicobakan pada hewan. Ya, selama ini uji pada hewan selalu dijadikan patokan untuk melihat pengaruh bahan yang diuji kepada manusia sesperti obat-obatan atau kosmetik.
Selain itu sebuah kajian ilmiah lain menunjukkan adanya kemungkinan bahwa penggunaan triclosan ikut andil dalam resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotic. Adalah hal yang berbahaya jika bakteri menjadi kebal terhadapa antibiotic sebab kita tak bisa lagi melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dengan antibiotic yang ada saat ini dan harus mencari antibiotic baru untuk mematikan bakteri yang telah kebal antibiotik.


Sabun tanpa triclosan, efektifkah?
Sabun sebenarnya merupakan produk yang telah lama digunakan manusia untuk membersihkan kotoran pada tubuh manusia. Bahan utama sabun sendiri sebenarnya adalah lemak dan bahan kimia basa seperti NaOH maupun KOH. Hanya dengan dua bahan ini saja sebenarnya sabun sudah bisa dibuat. Sedangkan bahan lainnya hanyalah bahan untuk mengawetkan, mewarnai, dan memberi aroma pada sabun atau bahan tambahan lain yang memberi manfaat bagi kulit. Lemak sendiri dapat diperoleh dari minyak tumbuh-tumbuhan, seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak kedelai, dll. Sabun yang sederhana ini sudah mampu menyingkirkan kotoran, atau lebih tepatnya lemak/minyak  yang kemudian ditempeli debu pada kulit kita. Apalagi jika bahan pembuatnya berasal dari bahan alami yang telah terbukti dan dipercaya memberi manfaat bagi kesehatan kulit. 


Jadi jangan cepat tergiur dengan iklan yang menyatakan bahwa "sabun ini mengandung TCC dan irgasan (alias triclosan)", padahal bahan tersebut tidak terbukti memberi manfaat bagi kita, dan bahkan berpotensi menimbulkan bahaya.



achmadkam.blogspot.com

Wednesday, July 25, 2012

LIBURAN ASYIK KE PULAU PRAMUKA.

26 May 2012.
Perjalanan menjelajahi kepulauan seribu kembali berlanjut. Kali ini saya, alit, firman, culu, asep, joker, dan alfian menempuh jalur pelayaran melalui muara angke setelah mendapat informasi bahwa jalur pelayaran melalui pantai marina ancol, yang lebih nyaman, telah ditutup dan semuanya dialihkan melalui pelabuhan muara angke.
Dari muara angke kami naik kapal “pesona”. Ini kedua kali ku naik kapal sejenis ini, menurutku kapal ini lebih baik dari kapal yang sebelumnya membawa kami ,saya, firman dan alit dari pulau tidung. Kami mengambilo posisi di dek bawah, dek yang kalau di kapal lain hanya berupa lantai kayu dan penumpang harus duduk lesehan di atas tikar seadanya, namun di atas kapal ini berbeda, tersedia kursi yang lumayan nyaman. Melirik ke belakang ternyata ada juga pesawat televisi… wah..wah… that’s awesome! Kulihat kapal yang kami tumpangi ke pulau pramuka tidak sepadat kapal yang membawa penumpang menuju pulau tidung, yah sepertinya pulau tidunglah yang menjadi pulau primadona.

Jam delapan lebih, kapal akhirnya mulai bermanuver meninggalkan pelabuhan muara angke. Sepanjang perjalanan saya terlelap tidur di kursi yang kosong, setidaknya kurang tidur malam sebelumnya dan satu tablet antimo membuat mata terasa sangat berat. Di pulau transit banyak lagi penumpang yang naik kapal dan memaksaku kembali ke tempat duduk dan ternyata kebanyakan penumpang yang naik adalah tujuan pulau tidung.
Setelah sekitar dua jam akhirnya kami tiba di dermaga penumpang pulau pramuka. Eksotis, cantik, pasir putih, laut menghijau, membiru jernih, pulau wisata yang nyaman dan fasilitasnya lumayan, begitulah kesan pertama yang saya rasakan. Agak berbeda dengan pulau tidung, pulau pramuka lebih ramai penduduk, fasilitasnya lumayan lengkap. Disini ada RSUD bahkan, sinyal 3G telkomsel pun penuh.


Di dermaga kami bertemu dengan bapak pemilik penginapan yang telah di kontak alit sebelumnya. Kami pun menuju penginapan yang kami sewa seharga 350 rb sehari semalam. Dan sekali lagi saya berdecak “WOW”, penginapan ini sangat nyaman, ada teras dengan kursi dan meja, di ruang tamu ada televisi dengan karpet dan kipas angin, kamarnya yang dilengkapi AC cukup untuk membuat kami bertujuh terlelap sempurna, kamar mandi ada dua, satunya dengan kloset duduk satunya lagi untuk mandi dengan shower, di balakangnya ada ruang terbuka untuk jemuran, di dapur ada wastafel dan dispenser plus galonnya…, this is a very recommended home stay at pulau pramuka dah….


Setelah berIstirahat sejenak, ba’da ashar kami menuju dermaga untuk naik perahu yang akan membawa kami menuju pulau aer, pulau semak daun memancing dan tentu saja snorkling. Perahu tersebut kami sewa seharga 250 rb plus peralatan snorkling 25rb/set (lebih murah dari pada di pulau tidung). Perahu ini cukup nyaman, bersih, ada atapnya hhee.. jauh berbeda dengan sampan kecil yang kami sewa di pulau tidung atau kapal teman asep yang kami sewa sewaktu ke pulau damar.

Pulau Aer
Pulau aer yang kami datangi ada lah sebuah pulau kecil yang sangat kecil, kosong, dan hanya diramaikan oleh pohon-pohon pinus. Meskipun pemandangannnya sangat eksotik, kami tidak menghabiskan waktu terlalu lama disini, dan saya mendapat pelajaran “jangan pernah mencoba berenang dengan memakai sandal eiger dangan perlengkapan snorkling lengkap dan kedua tangan membawa pipa pernapasan snorkling orang lain atau kamu hanya akan terlihat menyedihkan dan tolol , mengambang tidak bisa bergerak dan harus ditarik oleh nelayan”


 Berikutnya kami bergerak menuju spot snorkling. Well, spot di pulau tidung memang lebih bagus dibandingkan spot kali ini. Di tidung terumbu karang dan ikannya lebih bervariasi ragam dan warnanya, sedangkan di spot ini agak lebih monoton. Dan satu pelajaran lagi saya dapatkan “sebelum asyik snorkling, tandailah perahu sejelas-jelasnya atau ente bakal kayak orang oon berenang kesana kemari mencari perahu rombongan ente di antara banyaknya perahu di sekitar spot.”

Setelah puas berjemur dan memancing kami bergerak menuju pulau semak daun untuk berburu sunset. Dari spot jaraknya sekitar 30 menit.  

Pulau Semak Daun
Tenang, itulah kesan pertama yang saya rasakan begitu perahu merapat ke dermaga. Sepertinya tidak ada penduduk yang tinggal di Pulau kecil berpasir putih dan dikelilingi lautan biru jernih ini, hanya ada satu warung yang menjual gorengan dan minuman di sini. Kami juga berjumpa dengan pelancong lain yang menginap dan membangun tenda di pulau ini. Ya, sangat seru sepertinya bercamping di pulau kecil eksotis ini.



Nusa Keramba.
Di hari terakhir liburan, kami berkunjung ke Nusa Keramba. Sesuai namanya disini banyak terdapat keramba untuk penangkaran ikan. Ikannya macam-macam, yang paling menarik perhatin kami adalah keramba yang berisi anakan ikan hiu. Kami juga sempat memberi makan anakan ikan hiu itu dengan ikan yang kami minta dari nelayan. Di sini juga ada Nusa Keramba Resto yang tentunya asik sekali pemandangannya. Untuk menuju Nusa Keramba cukup menggunkan ojek perahu dari dermaga Pulau Pramuka. Sekali menyebrang ongkosnya cukup 3 ribu saja per orang. Dari nusa keramba, kita bisa melihat pulau pramuka di depan dan pulau panjang di sisi kanannya. Dermaganya juga asik untuk photo season. Sangat rugi rasanya jika tidak mampir ke nusa keramba ini.

Demikian perjalanan liburan ke Pulau Pramuka, it’s AMAZING !!!


Peta Pulau Pramuka dari Satelit


Sunday, April 22, 2012

Tentang Menikah, obrolan dengan Ka Dadang

Ane : kak, kalo ada dua wanita, satu kita sukaaa banget tapi kayaknya pemahaman agamanya belum terlalu bagus gitu, ya maklum teriasa dengan lingkungan pergaulan kota yang agak jauh dari pemahaman agama lah, trus yang satunya masih ragu kitanya sama dia, soalnya mau dibilang suka juga gak terlalu , tapi pergaulannya sih bagus, pemahaman agamanya jugan=bagus sih,,… pilih yang mana kak?
Ka Dadang: (kira-kiranya begini)… menikah itu bukan sekedar asal menikah. Menikah itu dalah tujuan akhirnya untuk meraih ridho Alloh SWT,.. Nah karena menikah itu adalah untuk tujuan tadi maka motivasi utamana adalah itu.. kalo pertanyaannya kayak tadi maka jawabannya adalah pilihlah yang lebis sholeh.. karena kita diperintahkan menikahi wanita-wanita sholehah.. masalah suka… yang penting awalnya kita sudah ada kecenderungan terlebih dahulu.. nah cinta itu akan tumbuh seiring waktu.. kita kan karena niat walnya adalah sebagai ibadah, maka mask sih Alloh nggak nagsih kita bonus sepanjang perjalanan itu, nah bonusnya adalah rasa cinta kita itu pada istri kita….


Ane: (pertanyaan agak aneh sbnarnya) kak, takut ah menikah sama akhwat-akhwat itu, ntr kalo udah rumah tangga dikit-dikit ngomongin palestina, dakwah, jihad, malah jor-joran lagi di rumah takbir… ahh kak.. jadinya kan serius mulu, padahal kita kan maunya nyantai aja, kita juga pengen santai, bercanda….
Ka Dadang: hhhahhhaaahhhaaaaa… itukan bayangan antum… nggak mungkin lah kayak gitu. Orang itu ya kalo udah erumah tangga gak bakalan kayak yang antum bayangkan itu. Ntar paling kalo mau takbir “Allohu Akbar”..jadi setengah-setengah,,, kepikiran anak istri dirumah… hhhheeeee

Detik - Detik Seorang Perantau

Dalam kulturku, Bugis, merantau adalah hal lumrah, banyak anak-anak muda bugis yang bepergian jauh meninggalkan kehangatan rumah dan keluarga untuk bekerja, atau sekedar mencari pengalaman. Tidak peduli laki atau perempuan, semuanya berani menghadapi kehidupan jauh dari keluarga..
Selama lebih 4 tahun ku mengahabiskan umur bekerja dan belajar di tanah ini ada saat –saat membahagiakan dan juga membuat sedih yang juga mungkin dirasakan teman senasib :
Saat membahagiakan :
Ketika pulang kampung, saat di atas pesawat dan pramugari berkata “ para penumpang yang terhormat, dalam waktu beberapa saat lagi kita akan mendarat di bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar, silahkan kembali ke temapt duduk anda.. bla bla bla” dan melihat dari atas kota Makassar, pantainya, daratannya.. wow… momen paling indah sepanjang perjalanan, ingin rasanya berteriak.. “oiii Makassar datangma’.. akhirnya wuaa…. Pulang ..pulang….horrayyyyyyy!!!” hhhee aneh sebenarnya, sekalipun orangtua dan saudara-saudariku semuanya telah tinggal di Kendari sekarang, namun tetap, hatiku masih lebih dekat ke Makassar….
Diperantauan, ketika bertemu dengan teman-teman, dan saudara baru yang baik dan ramah, dangan hati yang tulus ingin bersahabat.. mereka bukan saudara kandung, tidak punya hubungan darah, tidak sesuku, tidak sama dialeknya, beda kebiasaan, dan tentunya beda wajah, namun tidak mengharapkan suatu pun dari kita kecuali persahabatan dan persaudaraan..
Di perantauan, ketika bertemu dengan orang yang juga bersal dari makassar.. hhhee, atau ketika di tempat keramaian tiba-tiba mendengar ada yang berbicara dengan dialek makassar, wow ada kesenangan tersendiri , setidaknya berkata “hemmm, tidak sendiri ja’ di rantau.. hhee”
Ketika bisa berada dekat dengan hiruk-pikuk dan menyaksikan dengan langsung sesuatu yang jika di kampung hanya bisa disaksikan di televisi
Ketika Ada saudara ato keluarga yang kebetulan berkunjung..
Ketika bisa bebas kemana saja , pulang malam, dan berbuat apa saja yang ketika di kampung mungkin akan agak sulit dilakukan
Ketika sedang kesusahan dan datanglah pertolongan lewat teman-teman di perantauan..

Saat paling menyedihkan :
Ketika sudah tiba waktunya kembali ke tanah perantauan, kembali di atas pesawat… ketika parlahan masuk ke dalam pesawat, duduk dengan sangat malas, dengan berat mengencangkan sabuk pengaman, huhhh… Ketika dengan tidak bergairahnya melihat para pramugari itu sibuk bolak-balik mengatur penumpang pun ketika meraka sibuk berjalan ke depan ke balakang sambil membawa sejenis alat penghitung yang mirip tasbih yang berbunyi kletok-kletok sambil menghitung penumpang dengan rok panjang yang belahannya hampir sampai di pinggang itu, dan puncaknya adalah…… ketika pesawat mulai berjalan di runway dan perlahan terangkat ke atas, hening, rasa aneh di perut saat take off bersamaan datangnya dengan rasa sedih menyaksikan kota Makassar yang semakin menjauh, terbang ke angkasa melawati bukit-bukit kapur di area pabrik semen,.. dalam hati berkata “ oh God, pergi maki seng merantau, ditinggalkan mi seng keluargata’, rumahta’ tetanggata’, kodong,.. tidak ada poeng keluarga ku disana…. Edede…. Coba kodong kasi’ ka lagi waktu 1 minggu mo tinggal lagi sebentar….” Dan rasa itu masih terbawa hingga mendarat di soetta, dengan malasnya mengambil bagasi, keluar bandara tanpa ada senyum di wajah. Di atas bus hanya terdiam, dan butuh setidaknya 3 hari bagiku untuk kembali normal, selama itu.. pekerjaan dengan malas kugeluti, hanya bisa berkata sekedarnya, dan akhirnya setelah masa penyesuaian itu selasai, kubisa kembali bercanda dan kembali mencintai kehidupan kota Bekasi, Jakarta dan sekitarnya….
Ketika tiba-tiba sakit and no one there to care.. teman-teman semuanya sibuk dengan pekerjaannya… ohhh,…
Ketika harus berlebaran sendirian, karena teman-teman sekampung sudah pulang kampung.. ckckckckckk
Ketika mendapat kabar sedih dari kampung,.. dan tidak bisa segera pulang.. dan ketika pulang ternyata it’s too late…
Kadang merasa iri dengan orang-orang yang kampungnya masih di Jawa / Lampung yang jaraknya bisa ditempuh dalam 12 jam dan ongkos yang cuma 300ribuan pp, jiah… kalau begitu ane mudik tiap bulan juga bisa….!!!!


That’s my story.. apa ceritamu…

Bekasi, 14 April 2012