Thursday, December 13, 2012

RASISME di sekitar kita


Istilah rasisme mungkin hanya dianggap sebagai pembedaan antar ras kulit putih dan kulit berwarna sebagaimana yang saat ini masih menjadi isu hangat di AS maupun di Eropa. Namun menurut ane, tanpa banyak yang sadar hal itu juga terjadi di Indonesia, bukan antar kulit berwarna coklat dan kuning, melainkan antar suku.
Rasisme dalam skala ini berarti menganggap sukunya sendiri sebagai superior dan suku lain berada di bawah dan tidak setara dengannya, sehingga tidak layak diangkat sebagai pemimpin, minimal ketika menjadi pemimpin akan selalu dianggap tidak layak dan jika melakukan kesalalahan akan dikaitkan dengan asal-usul sukunya. Hal ini sebenarnya sama persis dengan pemahaman NAZI pimpinan hitler di Jerman yang menjadi penyebab terjadinya perang dunia ke II di wilayah Eropa, kala itu NAZI juga menyuarakan keunggulan bangsa arya atas bangsa lain di seluruh dunia. Got the point?
Pernyataan – pernyataan di bawah ini merupakan contoh pernyataan rasis ala Indonesia :

“President  musti orang xxxxx” (OMG!!!)
“Orang xxxxx paling berbudaya dan paling tinggi” (OPEN YOUR EYES!!!)
“Jangan nikah sama orang suku …………… (isi apa aja) mereka tuh pemalas, dan punya sejuta satu sifat buruk” ( Hohohoho, no comment)
Lihatlah, pernyataan-pernyataan  di atas menyiratkan dengan jelas adanya maksud menyuarakan dengan lantang superioritas satu suku di atas suku lainnya.

Bahaya rasisme sukuisme
Hey, para pendahulu kita sudah sepakat mendirikan NKRI, dan ingat sejarahnya NKRI gak begitu saja simsalabim  terbentuk. NKRI ini terbentuk dan besar (wilayahnya) seperti sekarang karena kerajaan-kerajaan dan kesultanan-kesultanan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan daerah lainnya rela turun tahta, melepaskan wilayah kerajaan dan rakyatnya untuk kemudian bergabung membentuk pemerintahan seperti yang kita lihat sekarang. Jika kemudian ada suara-suara kesombongan dari salah satu suku untuk menguasai semuanya, maka bayangkan apa yang akan terjadi?
Dan lagi, kalau kalian muslim, artinya kalian menghianati dan tidak mengindahkan ajaran islam. Please baca, hayati, dan pertama cari khutbah Wada’ Rosul, baca dengan seksama. Kalo ane gak salah inget,… Terlihat Rosul bersabda bahwa tidak ada kelebihan suatu suku/bangsa atas suku/bangsa lainnya, warna kulit satu diatas warna kulit lainnya.
Oh Come on, setiap manusia itu sama, sama punya telinga, hidung, mata, otak, hati, jantung, tinggalnya di Bumi, butuh makan, butuh minum, dan sama bisa berfikir.

Kenapa bisa?
Menurut saya penyebab utamanya adalah orang-orang yang berpikiran sempit dan hidup hanya berkutat di lingkungan daerah kelahirannya saja. Seperti pepatah, bagaikan katak dalam tempurung. Dalam konteks Indonesia, menurut saya mereka yang tidak pernah merantau, menjelajahi kehidupan di daerah lain di Indonesia, hidup berbagi dalam masyarakat yang heterogen,akan sangat rentan terkena penyakit ini. HHeee.. Makanya ane dari dulu punya cita-cita keliling dunia.. hhhee
Hal ini juga erat kaitannya dengan pembelajaran di sekolah dulu. Jujur saya sejak SD saya sudah tahu waduk jatiluhur itu ada di Jawa Barat, Danau Toba itu di Sumatra Utara, Semarang adanya di Jawa Tengah, Gunung Agung itu di Bali. Makanya saya hanya tertawa miris di dalam hati ketika ada yang berkata “Sulawesi itu di sampingnya Sumatra ya?” !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! did you listen to your teacher???????? Did you read the book?????? Ampun deh, peta Negara sendiri gak paham.,.. ampunnnnnn………

So, mari berantas penyakit rasisme sukuisme ini, orang-orang yang tidak mau sembuh dari penyakit ini seperti  hidup dalam kotak gelap gulita yang berjalan mundur melawan putaran waktu.




No comments:

Post a Comment